[Berbagi Karya]: Puisi "Kosong Satu Sebelum Mengenalmu"
Kosong Satu Sebelum Mengenalmu
Karya: Tyas Salsa Alfani
Konon katanya seluruhmu sungguh jatuh kepadaku. Setidaknya satu tetes per hari.
Sudah genap seperempat tahun, kau lupa di mana sejatinya kau bertahta, Sayang?
Pekan-pekan lalu hidupku kau penuhi teka-teki rindu. Mungkin lusa kau datang
menukarnya dengan senyum tipismu, biar lupaku kau bawa kembali, menyuruhku ingat
kau selalu ada pada 'aku'.
Tadinya aku ingin menyelami duniamu, mengurai rahasia. Lantas apa gunanya kau
tawarkan pelampungmu, setelahnya kau biar aku tenggelam. Sudahpun bulan purnama
berlalu, bintang-bintang sibuk bertanya di mana gema suara lantangku menyebutmu.
Apa aku harus berbohong pada mereka? Kau ditelan seperempat tahun kedua, saat aku
hilang, saat aku sibuk mengalah, lagi dan berkali-kali.
Kau tahu semua letakmu di hatiku, disiapkan kau olehku singgasana besar dan ku beri
nama "tuan rumah". Memang bukan kau yang membangunnya, tapi kasih cintaku
pondasinya. Langkahmu kuhafalkan jarak-jaraknya, pun sama nasibnya aku dengan
sebuah karma.
Cintaku tak pernah ku anggap bencana. Bagaimana kau lancang membakarnya penuh
ambisi, tergelatak kasihnya, kau bawa pergi raguku, kau kirim kembali aku pada kosong
satu, pagi, sebelum mengenalmu.
Payah. Sudah menganggapku sahabatnya. Peduliku pada tiap-tiap duka, sayangnya aku
tak pernah lihai membawanya pada kata suka. Perihalmu bahkan di kosong satu adalah
karma tak punya hak cipta. Kebetulan kau ada, duduk sebentar, membawakan sepucuk
gula. Tak ku sangka, kau justru membuatnya bernoda.
Sudahlah, kau memang tidak pernah mencintaiku, kau hanya senang melihatku mencintaimu.
Komentar
Posting Komentar