[Berbagi Karya]: Cerpen "Sebelum Aku Belajar Mencintai Diriku Sendiri"
Sebelum Aku Belajar Mencintai Diriku Sendiri
Karya : Firdaus Novri
Dulu aku pikir, memberi segalanya kepada orang yang aku cintai adalah sebuah kewajiban. Waktu, tenaga, bahkan uang tak pernah kuperhitungkan, asalkan bisa melihat senyum manis itu.Aku pernah menempuh perjalanan yang cukup jauh hanyakarena ia ingin bertemu dengan teman-temannya. Sebenarnya aku tidak punya kepentingan apa pun di sana. Aku hanya tidak sanggup melihatnya kecewa. Selama ia bahagia, rasanya semua lelah itu tidak berarti.
Aku juga pernah mengorbankan banyak hal yang bahkan tidak ia minta secara langsung. Menyisihkan waktu di tengah kesibukan, mengabaikan kepentinganku sendiri, dan selalu berusaha ada setiap kali ia membutuhkan seseorang. Saat itu aku mengira itulah bentuk cinta yang paling tulus. Selalu hadir, selalu mengerti, dan selalu mengutamakan dia di atas segalanya
Namun, seiring waktu aku menyadari sesuatu. Aku terlalu sibuk membahagiakan orang lain sampai lupa membangun hidupku sendiri. Aku menyerahkan seluruh hidupku kepadanya, sementara mimpi, tujuan, dan diriku sendiri perlahan kutinggalkan. Tanpa disadari, aku berubah menjadi laki-laki paling pecundang. Bukan karena terlalu mencintai seseorang, tetapi karena melupakan tujuan hidup demi mempertahankan seseorang.
Pada akhirnya, aku melupakan hukum ekonomi dasar, bahwa tiap sesuatu yang didapat terlalu mudah sering kali dihargai murah.
Tapi aku tidak pernah menyesali pertemuan ini. Terima kasih karena pernah hadir dalam hidupku. Terima kasih karena tanpa sengaja telah menyadarkanku bahwa manusia tidak boleh menggantungkan kebahagiaan, harapan, dan tujuan hidupnya pada siapa pun. Beberapa orang datang bukan untuk menetap, melainkan untuk mengajarkan pelajaran yang tidak bisa diberikan oleh siapa pun. Dan darimu, aku belajar satu hal yang paling penting. Mencintai seseorang itu baik, tetapi kehilangan diri sendiri demi seseorang bukanlah bentuk cinta yang patut dipertahankan.
Komentar
Posting Komentar