[Berbagi Karya]: Cerpen " Tentang Seseorang yang Ingin Dipilih"
Tentang Seseorang yang Ingin Dipilih
Karya : Adnan Khalil Hakim
Andai ada cara untuk melihat isi hati seseorang tanpa harus menunggu keberanian datang, mungkin aku sudah melakukannya sejak lama. Bukan karena aku ingin mengetahui semua rahasiamu, melainkan karena aku ingin memastikan apakah di antara begitu banyak hal yang memenuhi pikiranmu, pernah ada sedikit ruang yang menyimpan namaku.
Aku tidak pernah keberatan menjadi orang yang lebih dulu bertanya, lebih dulu memulai percakapan, atau lebih dulu memperhatikan hal-hal kecil tentangmu. Aku mengingat cara kamu tertawa ketika sesuatu benar-benar lucu bagimu, cara kamu menjelaskan sesuatu dengan penuh semangat, bahkan hal-hal sederhana yang mungkintidak pernah kamu sadari. Entah sejak kapan, mengenalmu menjadi sesuatu yang membuat hariku terasa lebih hidup.
Aku sering membayangkan bagaimana rasanya jika suatu hari nanti kamu melihatku dengan cara yang sama seperti aku melihatmu. Bukan sebagai teman satu kelas, bukan sebagai seseorang yang kebetulan hadir di sekitarmu, tetapi sebagai seseorang yang ingin tinggal lebih lama dalam hidupmu. Seseorang yang selalu berusaha memahami setiap bagian darimu, bahkan sebelum kamu meminta untuk dipahami.
Karena itu aku memperbaiki banyak hal dalam diriku. Aku belajar menjadi pendengar yang lebih baik, belajar menjaga sikap, belajar memahami orang lain. Sebagian karena nasihatmu, sebagian lagi karena aku berharap suatu hari nanti kamu akan menyadari bahwa semua usaha itu mengarah kepadamu. Aku tidak pernah mengatakannya secara langsung. Aku pikir perhatian yang cukup lama akan mampu menjelaskan semuanya.
Namun waktu semakin berjalan, semakin aku mengerti bahwa tidak semua yang terasa jelas bagi satu orang akan terlihat oleh orang lain. Aku mulai menyadari bahwa sementara aku sibuk membangun harapan, kamu mungkin hanya menjalani hari-harimu seperti biasa. Aku membaca ulang percakapan kita, mengingat kembali setiap momen yang pernah membuatku yakin, lalu perlahan memahami bahwa keyakinan itu hanya hidup di dalam kepalaku sendiri.
Yang paling menyakitkan ternyata bukan ketika kamu menyukai orang lain. Yang paling menyakitkan adalah mengetahui bahwa aku tidak pernah benar-benar masuk ke dalam kemungkinan itu. Aku ada di dekatmu, aku mengenal banyak hal tentangmu, aku menyimpan banyak harapan tentangmu, tetapi semua itu tidak pernah cukup untuk membuatmu melihatku sebagai seseorang yang ingin mencintaimu.
Meski begitu, aku tidak menyesal pernah mengenalmu. Karena melalui kamu, aku belajar bahwa mencintai seseorang tidak selalu berakhir dengan memiliki. Kadang-kadang cinta hanya datang untuk mengajarkan kita cara menerima. Cara memahami bahwa tidak semua yang kita perjuangkan akan memilih kita kembali.
Dan mungkin suatu hari nanti, ketika perasaanku tidak lagi seberat sekarang, aku akan mengenangmu sebagai seseorang yang pernah membuatku percaya bahwa cinta masih ada. Meski pada akhirnya, cinta itu tak pernah sampai ke tempat yang ku harapkan.
Komentar
Posting Komentar