[Berbagi Karya]: Puisi "Terima kasih Untukmu 7 Tahun Silam”

Terima kasih Untukmu 7 Tahun Silam

Karya: Helma Ayu Felian


Hai,

apa kabarmu

yang entah kini berlabuh di mana?


Di sini,

aku masih diam-diam menyebut namamu

dalam doa-doa yang tak pernah menemukan alamatnya.


Pada pagi ketika mentari membuka mata,

aku menemukan bayangmu

di sela cahaya yang jatuh perlahan.


Pada riuh jalan dan bising kehidupan,

namamu tetap menjadi suara

yang paling nyaring di kepala.


Dan saat senja memejamkan mata,

rindu kembali duduk di sebelahku,

menanyakan tentangmu

yang tak pernah benar-benar pergi.


Mungkin,

kisah kita telah tertinggal

tujuh tahun silam.

Namun hatiku masih tertuju

pada lelaki hangat

yang pernah singgah di beranda kalbu,

meski hanya sementara.


Aku memang tak pandai

menyampaikan rindu secara langsung.

Maka kubiarkan kata-kata

menjelma menjadi perantara,

barangkali suatu hari

engkau membacanya,

atau mungkin membiarkannya hilang begitu saja.


Sudahlah,

aku memang tidak pandai merindu.

Tetapi tentang mencintaimu,

hatiku tak pernah belajar untuk selesai.


Komentar

Postingan Populer