[Berbagi Karya]: Puisi "Luka yang Menolak Padam"
Luka yang Menolak Padam
Karya: Silvi Ayu Wulandari
Kau Sialan!
Seperti pagar besi yang menggigil, lenganku dingin pada dinding dinding.
"Maafkan," katamu.
"Tak berarti," balasku.
Sembari ungkit seluruh sakit,
sisa-sisa bahagia telah kumakamkan
lalu kusemai benih-benih benci di atasnya,
agar kelak ia tumbuh dan menjelma pasak
yang akan mengusir segala bentuk rayu
yang selalu ingin kau menangkan.
Hingga sepertiga malam terakhir,
keluh gaduh menahan sakit.
Terlibat nama Tuhan, air mata keluar dan bibir bergumam:
"Luka bakar sisa pengkhianatan akan selalu membekas,
sekalipun dihujani beribu maaf.
Komentar
Posting Komentar