[Berbagi Karya]: Puisi "SENDU"

 SENDU

Karya: Aniqotul Lutfiyah


Senin, malam yang Panjang

Rintik hujan turut mengiring sendu

Menjadi saksi bisu di balik dingin dinding kaca


Kita duduk di penghujung hari

Dalam perbincangan tanpa akar

Hanya gema adu argumen yang terlempar


Lidah setajam duri, hati teriris

Hingga kita lupa cara berdamai

Lalu pecah dalam kecamuk tangis

Bukan sesal, hanya sebuah lelah yang buncah


Kau ulurkan tangan dingin penuh sesal

Membujuk pipi merah muda

Menghalau air mata yang jatuh tanpa salah


Sesenggukan tiada usai di jalur sunyi

Beribu cara penenang kau coba rajut

Meski kata-kata telah kehilangan daya


Hening.

Jeda yang lebih berat dari kata.

Lelah...

Mengapa kita di sini?

Lelah... Mencari benar dan salah?

Satu-satunya titik temu


Satu-satunya kebenaran: Sudahi perbincangan.

Komentar

Postingan Populer