[Rekomendasi Buku]: Rahvayana: Aku Lala Padamu

A. Identitas
Buku
1. Judul : Rahvayana: Aku Lala
Padamu
2. Penulis : Sujiwo Tejo
3. Penerbit : Bentang Pustaka
4. Jumlah
Halaman : 244 halaman
5. ISBN : 978-602-291413-6
6. Harga Buku : Rp80.000
B. Sinopsis
Novel Rahvayana: Aku Lala Padamu merupakan reinterpretasi kisah epik Ramayana yang dikemas dengan nuansa filsafat cinta, spiritualitas, dan perenungan batin khas Sujiwo Tejo. Tokoh utamanya, Rahwana, tidak lagi digambarkan sebagai raja raksasa jahat, melainkan sebagai sosok manusiawi yang mencintai Shinta dengan tulus dan mendalam.
Kisah ini menggambarkan cinta Rahwana kepada Shinta bukan sebagai bentuk nafsu atau perebutan, tetapi sebagai cinta sejati yang penuh pengorbanan dan penderitaan batin. Sujiwo Tejo mengajak pembaca melihat kembali kisah klasik dari sudut pandang yang berbeda bahwa kebaikan dan kejahatan tidak selalu hitam putih. Melalui gaya bahasa yang puitis dan reflektif, novel ini menyingkap makna cinta, kehilangan, dan kerinduan yang abadi. Pada akhirnya, Rahvayana bukan sekadar kisah percintaan antara Rahwana dan Shinta, melainkan renungan tentang hakikat cinta manusia kepada sesamanya dan kepada Tuhan cinta yang melampaui batas waktu, logika, dan kehidupan itu sendiri.
C. Ulasan
Novel
Novel
ini memberikan sudut pandang baru terhadap kisah Ramayana dengan
menempatkan Rahwana sebagai tokoh yang manusiawi dan penuh cinta. Sujiwo Tejo
berhasil menghadirkan gaya bahasa yang puitis, filosofis, dan sarat makna
spiritual yang membuat pembaca merenungi hakikat cinta dan kehidupan. Cerita ini
tidak hanya menarik secara emosional, tetapi juga menggugah intelektual dengan memadukan unsur sastra, budaya Jawa, dan nilai-nilai ketuhanan dalam satu alur
yang indah.
Bagi
sebagian pembaca, penggunaan bahasa simbolik dan metaforis yang sangat kental
dapat membuat makna cerita sulit dipahami. Alur naratifnya tidak selalu linear,
sehingga memerlukan konsentrasi dan pengetahuan budaya tertentu untuk menangkap
pesan-pesan mendalamnya. Selain itu, novel ini lebih menekankan pada renungan
dan emosi daripada konflik atau aksi, sehingga bisa terasa lambat bagi pembaca
yang menginginkan cerita dengan ketegangan tinggi.
Sujiwo Tejo dinilai berhasil mengangkat tema cinta dari sisi filosofis dan spiritual. Namun terkadang gaya tutur yang terlalu kontemplatif membuat pesan utama novel ini tenggelam dalam keindahan bahasanya sendiri. Akan lebih baik jika penulis menyeimbangkan antara kedalaman makna dan kejelasan narasi agar pembaca dari berbagai latar dapat menikmati dan memahami esensi kisah Rahwana dan Shinta secara lebih luas.
Komentar
Posting Komentar