[Rekomendasi Buku]: Bendera Setengah Tiang
A. Identitas
Buku
1. Judul : Bendera Setengah Tiang
2.
Penulis :
Annisa Lim
3. Penerbit : Coconut Books
4. Jumlah
Halaman : 296 halaman
5. ISBN : 978-623-6456-29-3
6. Harga Buku : 99.000
B. Sinopsis
Novel ini menceritakan kisah perjuangan mahasiswa Universitas Veteran 10 November dengan berani melawan kejahatan hak asasi di kampus mereka. Semua bermula ketika lembaga pers mahasiswa, Warta Mahasiswa, memublikasikan pemberitaan pelecehan seksual di kampus. Hal tersebut menyebabkan seluruh kegiatan Warta Mahasiswa dibekukan sehingga memicu kemarahan mahasiswa karena diduga terkait dengan perlindungan terhadap oknum pelaku oleh pihak rektorat.
Tak berhenti di situ, tragedi terjadi ketika runtuhnya gedung UKM yang seharusnya diperbaiki lewat usaha GEMARAN (Gerakan Mahasiswa Veteran), menimbulkan korban jiwa dan cedera serius. Reaksi mahasiswa kemudian memuncak, mereka menggalang aksi protes besar-besaran melibatkan GEMARAN, fakultas, dan organisasi lain. Perlahan, kisah ini berujung pada tragedi mengerikan yang disebut Tragedi Sabtu Berdarah, di mana mahasiswa yang vokal dalam kritik dan memperjuangkan keadilan tiba-tiba hilang menyisakan misteri kelam dan duka mendalam.
C. Ulasan
Novel
Novel
ini mengangkat isu serius seperti pelecehan seksual, pengekangan kebebasan
pers, serta tragedi kemanusiaan di dunia kampus. Isu-isu ini dekat dengan
realitas mahasiswa sehingga terasa sangat hidup dan membekas. Mulai dari
pembekuan Warta Mahasiswa hingga Tragedi Sabtu Berdarah, pembaca dibawa dalam
alur yang menegangkan dan emosional. Setiap konflik terasa nyata, seolah-olah pembaca
sedang ikut berada di dalam peristiwa tersebut. Ada pesan kuat tentang
pentingnya keberanian, solidaritas, serta perjuangan untuk menegakkan keadilan
meski harus berhadapan dengan kekuasaan besar. Penulis mampu meramu bahasa
sederhana yang sarat makna, sehingga pembaca mudah memahami dan tetap merasakan
kedalaman emosinya.
Adapun
kekurangan novel ini ialah, pada bagian di mana peristiwa bergulir cepat tanpa
ruang cukup bagi pembaca untuk merenung atau mendalami latar belakang tokoh. Beberapa
tokoh pendukung terasa samar, padahal mereka punya peran penting dalam jalannya
cerita. Hal ini membuat ikatan emosional pembaca terhadap tokoh tertentu tidak
terlalu kuat. Tragedi Sabtu Berdarah memang menyentuh, tetapi bagi sebagian
pembaca akhir cerita ini terasa terlalu tiba-tiba dan menimbulkan lebih banyak
pertanyaan.
Novel
ini lebih fokus pada isu besar ketimbang pengembangan personal tokoh-tokohnya.
Meski kuat dari sisi pesan sosial, terkadang kedalaman psikologis tokoh kurang
dieksplorasi sehingga emosi pembaca tidak sepenuhnya meledak saat tragedi
terjadi. Akan lebih menarik bila penulis menambahkan narasi reflektif dari
tokoh utama agar pembaca bisa ikut merasakan gejolak batin mahasiswa yang
berjuang. Porsi karakterisasi tokoh pendukung dapat diperbanyak supaya
solidaritas mahasiswa yang diangkat terasa lebih nyata dan mengikat pembaca. Untuk
edisi selanjutnya, dapat ditambahkan epilog yang memberikan gambaran jelas
tentang dampak tragedi terhadap kampus atau masyarakat luas.

Komentar
Posting Komentar